Pusat      :  0361 - 461327
Kuta      :  0361 - 762236
Tabanan      :  0361 - 8941451
Gianyar      :  0361 - 4791363
BPR Bank Kertiawan
Mengenal BPR

SEJARAH SINGKAT BPR

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, rakyat Indonesia terutama di Pulau Jawa dan Bali telah mengenal Lembaga Perkreditan yang saat itu dikenal masyarakat sebagai Lumbung Desa, Bank Desa, Bank Tani, dan Bank Dagang Desa dengan tujuan membantu para petani, pegawai dan buruh agar dapat melepaskan diri dari lintah darat (rentenir) yang membebani dengan bunga yang sangat tinggi

Tahun 1929 didirikan pula badan yang menangani kredit di pedesaan, yaitu Badan Kredit Desa (BKD) yang terdapat di pulau Jawa dan Bali. Sementara untuk pengawasan dan pembinaan Pemerintah Kolonial Belanda membentuk kas pusat dan Dinas Perkreditan Rakyat. Mengingat kesatuan dan keseragaman dalam pembinaan bank diperlukan, maka pada 1927 Dinas Perkreditan Rakyat dilebur ke satu instansi yaitu Instansi Kas Pusat (IKP).

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah RI mendorong pendirian bank-bank pasar yang terutama sangat dikenal karena didirikan di lingkungan pasar dan bertujuan untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada para pedagang pasar. Bank-bank pasar tersebut kemudian berdasarkan pakto 1988 dikukuhkan menjadi Bank Perkreditan Rakyat, sejak itu BPR di Indonesia tumbuh dengan subur.

Bank-bank yang didirikan antara 1950-1970 didaftarkan sebagai Perseroan Terbatas (PT), CV, Koperasi, Maskapai Andil Indonesia (MAI), Yayasan dan Perkumpulan. Pada masa tersebut berdiri beberapa lembaga keuangan yang dibentuk oleh pemerintah daerah seperti Bank Karya Produksi Desa (BPKD) di Jawa Barat, Bank Kredit Kecamatan (BKK) di Jawa Tengah, Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK) di Jawa Timur, Lumbung Pitih Nagari (LPN) di Sumatera Barat dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali.

Pada Oktober 1988 pemerintah menetapkan kebijakan deregulasi perbankan yang dikenal sebagai pakto 88 (Paket Oktober 1988). Sebagai kelanjutan pakto 1988, pemerintah mengeluarkan beberapa paket ketentuan di bidang perbankan yang merupakan penyempurnaan ketentuan sebelumnya. Sejalan dengan itu, pemerintah menyempurnakan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan dengan mengeluarkan Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Undang-Undang tersebut disempurnakan lebih lanjut dalam Undang-Undang No. 10 tahun 1998. Dalam undang-undang ini secara tegas ditetapkan bahwa jenis bank di Indonesia adalah Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.

APA FUNGSI BPR?

Fungsi BPR tidak hanya sekedar menyalurkan kredit kepada para pengusaha mikro, kecil dan menengah, tetapi juga menerima simpanan dari masyarakat. Dalam penyaluran kredit kepada masyarakat menggunakan prinsip 3T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Sasaran, karena proses kreditnya yang relatif cepat, persyaratan lebih sederhana, dan sangat mengerti akan kebutuhan nasabah.

APA JENIS LAYANAN YANG DIBERIKAN BPR?

Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Memberikan kredit dalam bentuk Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, maupun Kredit Konsumsi.

APAKAH BPR DAPAT MEMBUKA KANTOR CABANG?

Melalui peraturan Bank Indonesia, BPR diberi kesempatan untuk mempercepat pengembangan jaringan kantor dengan membuka Kantor Cabang dan Kantor Kas, sehingga ini akan semakin memperluas jangkauan BPR dalam menyediakan layanan keuangan kepada para pengusaha mikro, kecil, dan menengah.

AMANKAH MENYIMPAN UANG DI BPR?

Menyimpan uang di BPR aman, karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku, sehingga tidak ada salahnya jika kita menabung dan atau mendepositokan uang di BPR.

SUKU BUNGA
Tanggal 3 November 2017
Produk (% pertahun)
Kredit Modal Kerja 24,00%
Kredit Investasi 24,00%
Kredit Konsumtif 24,00%
Kredit KPR 24,00%
Kredit KKB 24,00%
Tabungan Kertiawan 5,00%
Tabungan Kertiawan Prima 6,50%
Tabungan SimPel Sistem Reward
Tabungan Masa Depan 6,50%
Tabungan Idul Fitri 6,50%
Tabungan Arisan Sistem Seleksi
Tabungan Mapan Pendidikan 4,00%
Deposito 8,25%
Deposito Kertiawan Plus 8,25%

*Syarat dan Ketentuan Berlaku